Five Freedoms yang Diabaikan:

Kekejaman oleh Santika

Terungkap arrow down

This photo is representative of the standard industrial farming practices permitted in the company’s supply chain.
Photo: Stefano Belacchi / Animal Welfare Observatory / We Animals
white vector black vector
THE FIVE FREEDOMS
Johanes Widjaja Tahu.

Namun Tetap Memilih untuk Berpaling.

Johanes Widjaja adalah President Director Santika Indonesia Hotels & Resorts, salah satu nama paling berpengaruh di industri perhotelan Indonesia. Dengan pengaruh sebesar itu, datang pula tanggung jawab — bukan hanya kepada para tamu, tetapi juga kepada makhluk hidup yang setiap hari menanggung penderitaan demi menjaga rantai pasok Santika tetap berjalan.

Dan Johanes Widjaja tahu.

Tahu bahwa hewan-hewan dalam rantai pasok Santika kerap dikurung dalam kandang sempit, mengalami mutilasi tanpa pereda rasa sakit, atau dibiarkan mati perlahan dalam penderitaan — semua demi memangkas beberapa sen dari biaya sebuah hidangan. Tahu bahwa sistem yang kejam seperti ini telah dianggap tidak dapat diterima di banyak bagian dunia, namun masih digunakan di tempat-tempat di mana pengawasan paling lemah dan suara paling mudah diabaikan. Tahu pula bahwa banyak pesaing telah bergerak maju, sementara Santika tertinggal, masih mempertahankan praktik yang semakin sulit diterima publik.

Namun masalahnya bukan pada pengetahuan.
Masalahnya adalah memilih untuk tidak bertindak.
dan mengkhawatirkannya

Walaupun Santika menyatakan kepedulian terhadap kesejahteraan hewan, diamnya perusahaan dan lambatnya tindakan menimbulkan pertanyaan yang berbeda. Lima Kebebasan— standar dasar yang seharusnya dijamin bagi setiap hewan — masih belum dirasakan oleh jutaan hewan dalam rantai pasok Santika.

Apa yang diputuskan Johanes Widjaja sangat berarti.
Satu keputusan dari seorang eksekutif dapat membantu mengakhiri sebagian dari penderitaan terburuk dalam peternakan industri — penderitaan yang telah berulang kali didokumentasikan dan dikritik oleh berbagai pihak. Namun alih-alih langkah nyata, yang muncul sering kali hanya pernyataan tanpa kejelasan. Alih-alih perubahan, yang terlihat justru penundaan. Alih-alih kepemimpinan, yang muncul adalah kesan pembiaran.

Ini bukan soal kesempurnaan.
Ini soal kepatutan.

Dan kepatutan adalah sebuah pilihan.

Sudah waktunya bagi Johanes Widjaja untuk memilih yang benar.

Ini adalah pengambil keputusan
yang memungkinkan kekejaman ini terus berlanjut
Johanes Widjaja
Direktur Utama
white vector black vector
TelurSantika:Krisis Kandang
White laying hens live in rows of crowded battery cages at an intensive egg production farm. Each cage houses several hens in tight spaces, laying eggs onto slanted wire surfaces for collection. Workers add food manually to feeding troughs, and water is provided only at scheduled intervals.
This photo is representative of the standard industrial farming practices permitted in the company’s supply chain. Photo: Hanoi, Dong Quang, Vietnam, 2024. Human Cruelties / We Animals

Di balik telur-telur yang disajikan oleh Santika, terdapat kenyataan mengerikan tentang penderitaan.

Ayam-ayam dijejalkan ke dalam kandang-kandang baterai yang kecil dan gersang, yang sangat sempit sehingga ungga-unggas itu tidak dapat mengembangkan sayap, berputar, atau menunjukkan perilaku alami mereka. Hewan-hewan yang dapat merasa ini direduksi menjadi mesin petelur belaka, menanggung penderitaan seumur hidup dengan berdiri di atas lantai kawat yang dapat melukai kaki mereka dan membuat tubuh mereka memar serta kehilangan bulu. Karena berdesakan begitu rapat, ayam-ayam sering kali saling melukai karena stres dan frustrasi.

Bahkan kebutuhan hidup dasar pun tidak terpenuhi. Tanpa akses ke tempat mandi debu, tempat bertengger, atau udara segar, hewan-hewan yang cerdas dan ingin tahu ini terperangkap dalam dunia tanpa stimulasi dan kenyamanan.

Laying hens live inside a cramped battery cage on a Slovakian intensive egg production farm. Hens inside such cage systems lose their feathers due to their intensive use and crowded conditions. This farm keeps tens of thousands of hens in such a system, which consists of multiple rows of cages stacked 3 tiers high. When the hens can no longer produce enough eggs, they are taken to slaughter and replaced with a new young flock.
This photo is representative of the standard industrial farming practices permitted in the company’s supply chain. Photo: Velky Lapas, Slovakia, 2022. Andrew Skowron / We Animals
A dead hen pulled from her cage lies on the floor of an industrial egg production farm. Above her, sixty-week-old hens live crowded inside stacked rows of battery cages at an industrial farm, where they are kept for two years to lay eggs. Hens die prematurely from illness or injury from other birds while living in close confinement.
This photo is representative of the standard industrial farming practices permitted in the company’s supply chain. Photo: Sub-Saharan Africa, 2022. Jo-Anne McArthur / Sibanye Trust / We Animals

Stres dan kepadatan yang berlebihan dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, termasuk tulang yang mudah patah dan turun peranakan akibat produksi telur yang tanpa henti. Banyak ayam betina mati di kandangnya, bangkai mereka yang membusuk tertinggal di antara yang hidup sampai pekerja mengeluarkan mereka.
Dalam sistem ini, hampir setiap dari prinsip Lima Kebebasan dilanggar: ayam terbebas dari ketidaknyamanan, rasa sakit, cedera, dan penyakit, kebebasan untuk mengekspresikan perilaku normal, dan kebebasan dari rasa takut dan tertekan.

Namun, Santika mengizinkan para pemasoknya untuk terus menggunakan sistem yang biadab ini.

Third-row-image-2-cagefree-opt
This photo is representative of the standard industrial farming practices permitted in the company’s supply chain.
black vector
A laying hen in a battery cage on an industrial egg production farm peers from behind an egg. Their eggs are laid on a wire grid and transported away by conveyor to another building.
This photo is representative of the standard industrial farming practices permitted in the company’s supply chain. Photo: Poland, 2022. Andrew Skowron / We Animals
Implikasi kesehatan bagi konsumen
Kekejaman ini bukan hanya masalah kesejahteraan hewan—melainkan masalah kesehatan masyarakat umum. Telur dari sistem kandang sempit lebih mungkin terkontaminasi bakteri Salmonella, yang menimbulkan ancaman serius terhadap kesehatan manusia. Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa sistem bebas kandang secara signifikan mengurangi risiko kontaminasi tersebut, namun Santika terus memprioritaskan keuntungan jangka pendek daripada keselamatan dan etika.
Santika memiliki kekuatan untuk mengakhiri penderitaan ini dengan berkomitmen pada kebijakan telur 100% bebas kandang di seluruh rantai pasokannya. Sudah saatnya bagi Santika untuk bertindak secara bertanggung jawab dan memastikan bahwa tidak ada ayam dalam rantai pasokannya yang harus menanggung kengerian hidup di dalam kandang.
black vector
Santika: menghormati
Lima Kebebasan
black vector

Santika memiliki kekuatan dan tanggung jawab untuk menghentikan izin atas kekejaman ekstrem ini dalam rantai pasokannya. Publik mengharapkan yang lebih baik, dan hewan berhak hidup bebas dari penderitaan yang kejam dan tidak perlu ini.

Saatnya bagi Santika untuk melakukan apa yang telah dilakukan banyak jaringan hotel terkemuka lainnya di Indonesia dan menetapkan kebijakan yang menjamin Lima Kebebasan bagi hewan dalam rantai pasokannya.

Mari pastikan
Lima Kebebasan
bagi hewan